Gangguan Tidur = Umur Pendek

Gangguan Tidur = Umur Pendek

Gangguan Tidur = Umur Pendek

Kabar baik orang” yang hobinya tidur 😀 . Studi teranyar mengatakan bahwa mereka yang hobi “molor” justru akan hidup lebih lama. Penderita apnea alias gangguan tidur berisiko cepat mati 😮 daripada mereka yang bisa nikmati tidur lelap. Gangguan tidur ini misalnya gangguan napas saat terlelap seperti mendengkur.

Ini adalah gangguan yang sifatnya menggerogoti kesehatan pelan-pelan,” jelas Dr. Michael J. Twery, direktur National Center on Sleep Disorders Research.

Orang dengan gangguan tidur menderita dalam jangka waktu lama, berjuang untuk bisa tidur lelap. Ini terjadi malam demi malam, minggu demi minggu dan seterusnya. Ada sekitar 12-18 juta orang Amerika menderita apnea. Mereka susah bernapas saat tidur karena saluran udara bagian atasnya menyempit atau bahkan tertutup saat tidur. Akibatnya udara sulit menjangkau paru-paru. Dalam beberapa kasus bahkan ada yang berhenti bernapas selama beberapa detik atau menit, lalu terbangun mendadak. Biasanya mereka yang mengalami ini adalah para pendengkur.

Tak Beraturan
“Tidak selamanya saat berhenti bernapas kita langsung bangun,” kata Tweery. Penderita apnea ini bisa mengalami 4-5 kali siklus terbangun dan tidur lagi dalam semalam, juga tidur REM (rapid eye movement). Pada pola tidur yang normal terjadi kontrol hormon, metabolisme dan stres. Jika polanya tidak normal seperti yang dialami penderita apnea, berarti kontrol ketiganya juga tidak beraturan.
Pasien apnea juga berisiko terkena gangguan jantung, tekanan darah tinggi, stroke,dan diabetes. Studi ini berdasarkan analisa Wisconsin Sleep Cohort terhadap 1.522 lelaki dan perempuan berusia 30-60 tahun. Angka rata-rata kematian penderita apnea adalah 5,54 dan 5,42 per 1000 orang. Ini adalah duakali lipat dari orang tanpa gangguan tidur.

Sumber : https://filehippo.co.id/