Kelapa Kembar dari Afrika

Kelapa Kembar dari Afrika

Kelapa Kembar dari Afrika

LODOICEA maldivica atau kelapa kembar ialah jenis palem

dari Kepulauan Seychelles, Afrika. Pada 2007 tumbuhan itu masuk kategori langka menurut daftar merah IUCN. Saat ini banyak orang tertarik untuk mendapatkan bijinya karena bernilai ekonomi sangat tinggi. Endospermanya pun dapat digunakan sebagai salah satu bahan campuran sup untuk mengobati batuk kronis, mengurangi

pendarahan, dan penawar racun.

Secara morfologi, tinggi batang tumbuhan tersebut mencapai 34 m. Bentuk daun seperti kipas dengan panjang sekitar 7-10 m dan lebar 4,5 m. Di Indonesia, L maldivica pertama kali diintroduksi Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Bogor LIPI pada 1925 dalam bentuk biji. Biji Lodoicea dikecambahkan selama dua tahun dan untuk pertama kalinya ditanam di Kebun Raya Bogor pada 28 Maret 1931.

Pada 1961, Lodoicea menghasilkan bunga betina, saat itu

‘umur tanaman sudah 30 tahun. Untuk mendapatkan keturunan, diperlukan individu lain dengan kelamin jantan. Pada 1 April 2004, Lodoicea disilangkan dengan individu jantan yang polennya didatangkan dari Kebun Raya Singapura. Dari delapan bunga yang disilangkan, hanya dua buah yang berhasil. Diperkirakan, buah Lodoicea baru akan masak dalam waktu sekitar 6-7 tahun.

 

sumber :

https://furnituremebeljepara.co.id/minimal-escape-20-apk/