Komite Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan dari Wali Murid

Komite Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan dari Wali Murid

Komite Sekolah Dilarang Lakukan Pungutan dari Wali Murid

Puluhan wali murid kelas VI Sekolah Dasar Negeri (SDN) 03 Jakasetia, Bekasi Selatan, Kota Bekasi mengeluhkan adanya pungutan uang Rp575 ribu oleh Komite Sekolah. Dana sebesar itu, digunakan untuk kegiatan perpisahan pelajar di daerah Sentul, Kabupaten Bogor pada Mei 2018.

Salah seorang wali murid yang tidak bersedia disebutkan namanya mengatakan, awalnya dia tidak mengambil pusing rencana agenda perpisahan tersebut, namun beberapa pekan terakhir dia gelisah karena pihak sekolah justru meminta muridnya agar ikut agenda ini.

“Permintaan seperti ini bisa menimbulkan beban psikologis ke anak saya karena dikhawatirkan bila tidak ikut bakal ditegur sekolah,” kata sumber tersebut, Minggu (8/4/2018).

Dia mengaku keberatan dengan agenda perpisahan ini. Selain mengeluarkan biaya yang cukup besar, agenda seperti ini juga kurang mendidik dan hanya mengedepankan hiburan semata. Dia menyarankan, sebaiknya agenda perpisahan diisi di sekolah dengan menggelar tasyakuran menjelang kelulusan sekolah.

“Kegiatan ini tidak ada kaitannya dengan kegiatan belajar mengajar dan kami khawatir

bila tidak ikut akan berakibat ke anak didik menjelang kelulusan,” ujarnya.

Menurutnya, ada sekitar 20 wali murid yang tidak setuju dengan agenda perpisahan ini. Bahkan, kasus pungutan dana juga telah disampaikan langsung ke Komisi IV DPRD Kota Bekasi.

“Anggota dewan sudah menegur ke sekolah dan UPTD Pembinaan SD Bekasi Selatan hingga dinas pendidikan,” jelasnya.

Dia menilai, pungutan ini berbenturan dengan Peraturan Menteri Pendidikan

dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah. Dalam Pasal 12 dan butir b diaturan itu menyebutkan bahwa Komite Sekolah maupun kolektif dilarang melakukan pungutan dari peserta didik atau orangtua/walinya.

“Saya pribadi keberatan dengan pungutan ini, karena nominalnya sangat besar dan saya tidak memiliki uang,” ucap pekerja serabutan ini.

Kepala Sekolah (Kepsek) SDN 03 Jakasetia Sri Rahma Ekowati menegaskan,

pihak sekolah tidak pernah mengeluarkan perintah atau paksaan kepada anak didiknya agar mengkuti kegiatan tersebut. Menurut dia, agenda perpisahan ini murni digagas Komite Sekolah atau orangtua murid.

“Kegiatan ini diadakan oleh eksternal sekolah, bukan internal sekolah,” terang Eko sapaan Kepsek SDN 03 Jakasetia.

 

Sumber :

https://www.belajarbahasainggrisku.id/