SDN Rancairung Minim Siswa

SDN Rancairung Minim Siswa

SDN Rancairung Minim Siswa

NGAMPRAH – Keberadaan SDN Rancairung 3 di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) berbeda dengan sekolah pada umumnya.

Ini terlihat dari minimnya jumlah siswa yang kurang dari 120 anak. Hal itu berdampak pada pencairan tunjangan profesi guru-guru bersertifikasi di sekolah setempat.

SDN Rancairung 3 yang berada di dekat genangan Waduk Saguling ini setiap tahun menerima siswa kurang dari 20 orang. Padahal setiap kelas atau rombongan belajar minimal diisi oleh 20 siswa.

Kepala UPT Pendidikan SD Kecamatan Cihampelas Budianto membenarkan kondisi itu. Namun dia membantah jika kekurangan murid disebabkan tingkat partisipasi yang rendah ataupun kualitas sekolah yang belum memadai.

“Tahun ke tahun memang jumlahnya minim. Karena memang anak-anak di sini memang sedikit. Mungkin ini juga faktor berhasilnya program Keluarga Berencana di daerah itu,” ujarnya di Cihampelas, kemarin.

Budianto menambahkan, minimnya jumlah murid di sekolah itu memang cukup berdampak pada pencairan

tunjangan profesi guru (TPG) untuk guru-guru yang sudah memiliki sertifikasi. Sebab salah satu syaratnya, yaitu harus mengajar pada rombel yang terdiri atas minimal 20 siswa.

Saat ini, SDN 3 Rancairung memiliki 5 guru ASN yang bersertifikasi serta 3 guru honor.

“Dari guru-guru yang bersertifikasi ini, memang ada yang bisa mendapatkan tunjangan profesi ada juga yang sulit,” katanya.

Kondisi minimnya murid di SDN Rancairung 3 tersebut, diakui Budianto, cukup dilematis. Sebab biasanya, untuk mengatasi minimnya murid, sekolah bisa dimerger ataupun dibubarkan.

Sementara di SDN Rancairung 3, kedua cara itu tidak memungkinkan. Untuk merger, sekolah

terdekat dengan SDN Rancairung 3 cukup jauh, sehingga akan menambah masalah baru bagi siswa.

“Jika merger, kasian siswa sebab sekolahnya jadi lebih jauh. Kalaupun naik ojeg, ongkosnya sangat mahal. Sementara kalau dibubarkan apalagi. Bisa banyak yang putus sekolah,” ujarnya.

Meski demikian, Budianto memastikan, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut tetap berjalan normal. Sementara untuk soal pencairan tunjangan profesi guru, dia pun terus berkomunikasi dengan para guru untuk dicari solusi terbaik.

Dia menambahkan, saat ini pun hampir semua SD di Cihampelas kekurangan guru berstatus ASN

. Data UPT Pendidikan SD Kecamatan Cihampelas, ada 330 guru ASN dan 263 guru honorer yang mengajar di 43 SD negeri dan 2 SD swasta.

“Kalau kita hitung ada kekurangan sekitar 100 guru ASN. Mudah-mudahan ke depan bisa ditambah agar lebih efektif,” tandasnya

 

Sumber :

https://egriechen.info/