Upaya Guru Untuk Meningkatkan Kerja Sama Siswa

Upaya Guru Untuk Meningkatkan Kerja Sama Siswa

Upaya Guru Untuk Meningkatkan Kerja Sama Siswa

Di dalam PPRI N0. 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan, pada Bab VI pasal 28, menyatakan pendidik harus memiliki kualifikasi akademik dan kompetensi sebagai agen pembelajaran, sehat jasmani dan rohani, serta mempunyai kemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional[1].
Beberapa aspek utama yang merupakan kecakapan serta pengetahuan dasar bagi guru, yaitu ;
2. Guru harus dapat memahami dan menempatkan kedewasaannya.
3. Guru harus mengenal diri siswanya.
4. Guru harus memiliki kecakapan memberi bimbingan.
5. Guru harus memiliki dasar pengetahuan yang luas tentang tujuan pendidikan di Indonesia pada umumnya sesuai dengan tahap-tahap pembangunan.
6. Guru harus memiliki pengetahuan yang bulat dan baru mengenai ilmu yang diajarkan.
Westby dan Gibson mengemukakan ciri-ciri keprofesionalan di bidang pendidikan sebagai berikut;
a. Diakui oleh masyarakat dan layanan yang diberikan itu hanya dikerjakan oleh pekerja yang dikategorikan sebagai suatu profesi.
b. Dimilikinya sekumpulan bidang ilmu pengetahuan sebagai landasan dari sejumlah teknik dan prosedur yang unik.
c. Diperlukan persiapan yang sengaja dan sistematis, sebelum orang itu dapat melaksanakan pekerjaan professional.
d. Dimiliki mekanisme untuk menyaring sehingga orang yang berkompeten saja yang diperbolehkan bekerja.
e. Dimilikinya organisasi professional untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat[2].

Adapun kewajiban guru menurut Syarif Hidayat adalah ;
a. Merencanakan, melaksanakan, menilai, dan mengevaluasi hasil pembelajaran;
b. Secara kontinyu meningkatkan dan mengembangkan kualifikasi akademik dan kompetensi sejalan dengan perkembangan ipteks;
c. Bertindak objektif dan tidak diskriminatif atas dasar pertimbangan jenis kelamin, agama, suku, ras, dan kondisi fisik tertentu, atau latar belakang keluarga, dan status ekonomi peserta didik dalam pembelajaran;
d. Menjunjung tinggi peraturan perundang-undangan, hukum dan kode etik guru, serta nilai-nilai agama dan etika; dan
e. Memelihara dan memupuk persatuan dan kesatuan bangsa[3].
Kiat Mewujudkan guru professional, antara lain :
1. Alasan perlunya percepatan pengembangan mutu guru.
2. Standar mutu guru.
3. Strategi percepatan pengembangan mutu.
4. Musuh yang siap menghajar guru; (a) Anggapan budaya baca itu berat, (b) Kurang PD, (c) Erosi idialisme, (d) Malas, (e) Rutinitas, (f) Asumsi menulis itu sulit.
5. Tip yang menguntungkan dan menyenangkan. Tip dari guru professional ; (a) Surga dunia bila bisa capai kepaduan; Work, Leisure, Learning, (b) Kemampuan professional tunjang karis, (c) Belajar bermanfaat bagi kesehatan (sel-sel otak aktif tak mudah strok), (d) Berhasil dalam belajar berdampak + ekonomi, (e) Tataran professional dapat hilangkan rasa kurang percaya diri, dll.
6. Kiat kembangkan profesi guru/profesionalisme; (a) Berani coba manajemen hidup total, (b) Berani menjadi guru pendaki, (c) berani dan kreatif bikin formula sukses, (d) berani gunakan standar life skills[

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/